Ponpes Ternama Tebuireng Jombang Kelolah Pabrik Konveksi Pakaian Seragam Sejak 2008, Kuwalahan Layani Orderan

JOMBANG, MEDIA NUSANTARA.Com-Pondok pesantren (ponpes) terbesar dan ternama Tebuireng, Cokir, Kabupaten Jombang, Jatim, tak hanya mencetak kader-kader santri dan santriwati yang andal sebagai calon generasi pemimpin masa depan Indonesia Emas.

Ternyata di kawasan komplek Ponpes Tebuireng ini juga terdapat sebuah pabrik konveksi pembuatan pakaian untuk memenuhi kebutuhan seragam para santrinya. Pabrik konveksi yang lokasinya dekat Kampus Unhasy Tebuireng ini berdiri sejak Tahun 2008 lalu memiliki karyawan sekitar 40 orang yang mayoritas perempuan.

Tak terhitung sudah berapa banyak produksi pakaian jadi yang dikerjakan tangan-tangan terampil para karyawannya ini. Sutrisno salah satu pendiri dan perintis pertama pabrik konveksi pembuatan pakaian yang dikelolah keluarga besar Ponpes Tebuireng ini menuturkan, awalnya berdiri pabrik konveksi ini di Tahun 2008, karena melihat peluang dan potensi pasar di Jombang akan memenuhi kebutuhan seragam sekolah, seragam kerja dan seragam pegawai cukup tinggi.

“Pertama kali pabrik konveksi ini berdiri tahun 2008. Kami melihat potensi dan peluang besar di Jombang ini mengenai kebutuhan pakaian seragam yang cukup tinggi. Lalu kami berpikir tak ada salahnya membangun pabrik konveksi di Ponpes Tebuireng ini. Alhamdulillah, atas ijin dan ridho ALLAH SWT dengan dukungan penuh keluarga Dalem Tebuireng bisa terwujud sampai sekarang ini,” tutur Sutrisno yang punya pengalaman menjahit sejak Tahun 1985 silam ke media ini saat diajak meninjau pabrik konveksi, kemarin.

Lebih jauh ketua Ranting Banser Dusun Tunggorono ini menuturkan, pabrik konveksi pembuatan pakaian seragam ini masih belum mampu melayani permintaan pasar hingga ke luar wilayah Jombang. Pasalnya, untuk kebutuhan konsumen pakaian seragam di Jombang sendiri juga kuwalahan. Ia mencontohkan, banyaknya pesanan dari perkantoran, sekolah-sekolah dan perusahaan tapi terbatas hanya bisa dilayani di wilayah Jombang sendiri.

Sementara mengenai target berapa per hari yang dikerjakan para karyawannya untuk pakaian seragam, Sutrisno menyebutkan, bisa dihitung rata-rata per karyawan dari jumlah sekitar 40-an tenaga kerja minimal harus menyelesaikan pakaian jadi dua lembar. Berarti produksi pakaian seragam per harinya sampai 80 lembar. Jumlahnya pun masih sedikit dibandingkan permintaan konsumen di Jombang yang cukup tinggi.

Meski begitu, pabrik konveksi yang notabene masuk kategori UMKM ini menyediakan stok dalam jumlah banyak jika mendapat pesanan secara mendadak. Kemudian soal kualitas bahan kain dan jahitannya tak mau kalah bersaing dengan pabrik konveksi skala besar daerah-daerah lain.

“Soal kualitas bahan dan jahitan, jelas kami tak mau kalah dengan konveksi-konveksi lainnya. Kami mengutamakan mutu layanan sesuai permintaan pasar. Untuk seragam sekolah, seragam kerja, kantor-kantor dan perusahaan banyak mengambil di tempat kami,” tutur Sutrisno yang suka berkelakar ini.

Ditanya soal harga per potongnya, pria paruh baya yang buka praktek menjahit di rumahnya, Dusun Dayu, Desa Tunggorono ini enggan menyebutkan angka nominalnya, tapi yang jelas kata dia, harganya tidak terlalu mahal.

“Kami memberikan harga pokok standar pabrik. Bahan kainnya juga merek pilihan dan semua ukuran kami layani,” jelas Sutrisno.

Pabrik konveksi bernama Lembaga Kursus dan Pelatihan, Tempat Praktek Ketrampilan Usaha (LKP-TPKU) Pesantren Tebuireng ini selain memiliki mesin jahit modern, juga dilengkapi peralatan mesin bordir otomatis yang mampu menghasilkan pakaian seragam bordiran dalam jumlah banyak.

Di konveksi ini juga memproduksi songkok berbagai warna dan ukuran dengan menggunakan merek (branding) Tebuireng. Di tempat ini pula sering dijadikan praktik magang kelompok menjahit dan perorangan yang datang dari luar Kabupaten Jombang. (gus).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *