JOMBANG, MEDIA NUSANTARA– Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU), Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Jombang menggelar istighosah akbar di Masjid Agung Baitul Mukminin, Senin (27/1/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh KH Taufiqurrahman Muhid, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Kegiatan istighotsah dimulai usai salat Magrib, dengan pembacaan doa dan dzikir bersama yang ditujukan untuk mendoakan kebaikan umat serta mengenang jasa para pendiri NU, khususnya Hadratussyaikh Kyai Hasyim Asy’ari.
Kegiatan Santunan dan Shalawat Seribu Rebana sebelum acara istighotsah, sore hari usai Salat Asyar. Kemudian dilanjutkan pembacaan shalawat bersama jamaah Sholawat Seribu Rebana. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah yang bershalawat secara serentak, menciptakan suasana religius yang penuh hikmah.
Selain itu, dilakukan pula pemberian santunan kepada 102 anak yatim dari enam Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di sekitar Jombang. Ketua LAZISNU PCNU Jombang, Ning Hj Eka Susanti menyampaikan, santunan ini merupakan wujud kepedulian terhadap anak yatim.
“Ada 102 anak yatim yang kita data untuk menerima santunan dari enam MWCNU terdekat dengan Jombang,” ujar Ning Santi.
Santunan tersebut berupa perlengkapan sekolah, uang tunai dan makanan. Ning Santi menjelaskan, program ini bertujuan menumbuhkan nilai kemanusiaan dan semangat berbagi kepada sesama.
Rangkaian kegiatan Harlah ke-102 NU di Jombang diisi dengan berbagai kegiatan. Pagi hari, dilaksanakan khotmil quran di 102 majelis. Pelayanan kesehatan gratis dan donor darah oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) PCNU Jombang, juga digelar di Masjid Agung Baitul Mukminin sejak pukul 15.00 wib hingga malam.
Setelah istighotsah, peringatan Harlah dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilanjutkan selepas Isya. Acara ditutup dengan penampilan seni shalawat hadrah oleh Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) yang berlangsung hingga tengah malam.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkokoh keimanan, dan meneguhkan semangat kebersamaan umat dalam menjaga nilai-nilai ke-NU-an. (gus/*)