Komisi II DPRD PPU Apresiasi Upaya Forkopimda Tekan Kekerdilan Pada Anak

PENAJAM – Tiga pimpinan institusi, yakni Dandim 0913/PPU Letkol Inf Arfan Affandi, Kapolres PPU AKBP
Henndrik Eka Bahlawan dan Kajari PPU Agus Candra dilantik sebagai bapak asuh stunting di wilayah
Penajam Paser Utara.

Pelantikan pimpinan institusi tersebut, sebagai upaya menekan angka kekerdilan anak di Tanah Benuo
Taka. Melalui sosialisasi dan kampanye oleh ketiga institusi, angka stunting di PPU diharapkan terus
menurun.

“Saya memberikan apresiasi ketiga pimpinan yang peduli terhadap kasus stunting di daerah kita. Melalui
upaya ini, kami berharap jumlah kasus gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis bisa terus turun,” kata
Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, Wakidi saat menghadiri kampanye percepatan penurunan
stunting dan pengukuhan bapak asuh stanting di Aula Makodim 0913/PPU, Kamis (29/09/2022) kemarin.

Dikatakan politisi PKS ini, kondisi stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kekruangan gizi pada anak.
Tetapi genetika menjadi faktor utama anak tidak tumbuh secara normal. Kondisi itu mengakibatkan
munculnya kasus kekerdilan agak sulit ditekan.

Pola hidup dan faktor kebersihan lingkungan turut mempengaruhi munculnya stunting. Wakidi berharap,
upaya yang dilakukan ketiga unsur pimpinan Forkopimda, mampu mengurangi kasus stunting di wilayah
PPU.

“Mudah-mudahan dengan dilantiknya ketiga pimpinan berdampak pada penurunan kasus kekerdilan
pada di daerah kita,” ucapnya.

Hingga saat ini, kasus stunting di wilayah Penajam Paser Utara tercatat sebanyak tercatat sebanyak 897
kasus. Dari data tersebut, angka tertinggi berada di wilayah Kecamatan Sepaku atau wilayah Ibu Kota
Nusantara (IKN), yakni 378 kasus.(adm)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *