PENAJAM – Komisi II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendorong pemerintah daerah berupaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Baru baru ini, kasus penyebaran virus PMK menjadi marak menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing.
Bahkan PMK sudah masuk ke wilayah kabupaten tetangga, yakni Paser. Puluhan ekor sapi di Kabupaten Paser terkonfirmasi terserang virus PMK.
Wakil Ketua Komisi II DPRD PPU, Sujiati bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran PMK ke wilayah Benuo Taka. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi lalu lintas peredaran hewan ternak.
“Kami minta supaya dinas terkait, agar terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar virus ini tidak masuk ke PPU,” ujar Sujiati, Kamis (11/8/2022).
Selain pembatasan peredaran keluar masuk hewan ternak, Politisi Gerindra ini juga mendorong dinas terkait memberikan antibiotik, vitamin peningkat daya tahan, bio security, hingga pemeriksaan hewan secara berkala.
Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit PMK, jelas Sujiati harus dilakukan serius. Meski tidak menular ke manusia, namun resiko penyebaranya wajib diantisipasi. Sehingga tidak sampai mewabah dan mengakibatkan kerugian bagi para peternak hewan.
Dirinya berharap, upaya antisipatif yang dilakukan pemerintah dibarengi dengan kepedulian peternak. Dengan menerapkan pola kebersihan kandang dan menjaga pakan, wabah PMK bisa dicegah.
“Sejauh ini saya kira belum ada yang terjangkit. Taapi dinas terkait wajib secara rutin melakukan monitoring ke kelompok kelompok peternak,” pungkasnya. (adm)